Blog tentang CV Cipta Kayu Lestari; produsen rumah kayu woloan dan furnitur kayu, serta jasa perbaikan dan perawatan furnitur kayu

Selasa

Cara Menentukan Kualitas Kayu


Sebelum membuat atau menyiapkan bahan kayu untuk rumah, kenali dulu kualitas kayu yang akan disiapkan atau dibeli. Beberapa hal berikut ini, perlu untuk dipertimbangkan.
Seandainya kayu/pohon masih berdiri tegak di atas tanah, kita akan mudah melihat dan mengenali kayu tersebut berkualitas baik dan sudah layak di pakai. Kualitas kayu pada saat itu dapat dilihat pada:

  1. Tempat tumbuhnya kayu
  2. Kondisi fisik batang kayu
  3. Diameter batang
  4. Jenis kayu atau nama kayu.

    Kualitas kayu yang ideal memiliki diameter yang sudah di atas 75 cm untuk jenis kayu kelas 1. Sedangkan untuk kayu kelas 2 harus memiliki diameter di atas 100 cm. Semakin besar diameter kayu/pohon maka semakin baik dan semakin tahan terhadap rayap. Demikian juga halnya dengan daya susut kayu tersebut dipengaruhi diameter atau usia dari kayu.


    Apabila kayu tersebut sudah diolah menjadi bahan bangunan, kualitas kayu dapat dikenali dengan cara mengetahui jenis atau nama kayu. Selama ini produksi rumah Woloan hanya memakai beberapa jenis kayu saja, terutama jenis kayu besi (Instia bijuga), nyatoh (Palaquium spp.) dan cempaka (Elmerrillia ovalis). Seiring waktu, ketersediaan kayu jenis tersebut semakin berkurang sehingga mulai dicari kayu pengganti. 
Sasmuko (2010) telah melakukan penelitian sifat fisis dan mekanis beberapa jenis kayu pengganti bahan baku rumah Woloan di Balai Penelitian Kehutanan Manado dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bogor. Jenis kayu yang diteliti meliputi aliwowos, rorum, bugis, binuang, bolangitang, dan kenari yang berasal dari hutan di daerah Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut:

  • Aliwowos tergolong paling berat diikuti berturut-turut rorum, bugis, kenari, binuang dan yang teringan adalah kayu bolangitang. Selain itu keenam jenis kayu tersebut tergolong mempunyai penyusutan yang relatif kecil atau stabil. Berdasarkan nilai kerapatan, keteguhan lentur statis maksimum, keteguhan tekan sejajar serat dan keteguhan gesernya, maka kayu  Aliwowos tergolong kelas kuat I.
  • Kayu Rorum dan Bugis termasuk kelas kuat II
  • Kayu Kenari termasuk kelas kuat III,
  • Kayu Binuang dan Bolangitang termasuk kelas kuat IV.

Berdasarkan sifat-sifatnya, maka keenam jenis kayu tersebut di atas dapat dimanfaatkan untuk keperluan bahan baku pengganti untuk rumah kayu Woloan menggantikan jenis-jenis yang sudah ada.(Sasmuko, 2010)

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah kekuatan setiap jenis kayu terhadap rayap berbeda tergantung jenis dan usia/diameter kayu tersebut. Pada postingan berikutnya akan dibahas bagaimana mengurangi dampak negatif dari rayap mulai pada waktu penebangan pohon sampai menjadi kayu yang siap dijadikan bahan baku untuk rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar